JAYAPURA – Pembangunan di Papua yang oleh banyak pihak disoroti dengan sejumlah kegagalannya, bahkan setelah Otsus  yang dibarengi  pendanaan pembangunan  di Papua yang meningkat  juga, menurut Lukas Enembe, bukan salah Pemerintah Pusat.

“Presiden merasa penting untuk kontrol wilayah ini dengan perhatian yang berlebihan dan sungguh-sunguh untuk kesejahteraan rakyat Papua.  Jadi tidak bisa persalahkan Pemimpin Negara RI, persalahkanlah kepada pemimpin-pemimpin Papua,” ungkapnya saat memberi  sambutan dalam peresmian Posko Pemenangan Pasangan Lukmen di pinggiran Danau Sentani, Sabtu (24/9).

Hal itu karena, menurutnya,  karena para penyelenggara di Papua yang tidak sungguh-sungguh bangun Papua. “Kalau kita bangun Papua dengan hati,  saya yakin kita tidak miskin, kita tidak tertinggal. Kita lebih maju dari provinsi-provinsi lain,” lanjutnya.

Dukungan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa dan jumlah penduduk yang sedikit, menurutnya seharusnya dapat mensejahterakan rakyat Papua. “Kebijakan Pemerintah Pusat yang sungguh-sunguh, baik pembiayaan maupun program itu luar biasa,” jelasnya.

Dengan tindakan nyata, Ia yakin Papua yang kita harapkan akan tercapai. “Yang terjadi saat ini orang masuk di Papua tujuannya untuk ‘pencuri’.  Dana sekian triliun untuk bangun Papua dengan berbagai kebijakan, tetapi dia masih pikir, sekian triliun ini berapa  saya bisa bawa keluar dari Papua,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan data dari Bank Indonesia yang menyebutkan,  setiap tahunnya Rp 17 Triliun keluar dari Papua. “Dari dana transfer Pemerintah Pusat ke Papua, yang keluar itu 17 truliun dari 28 triliun yang masuk,” jelasnya.

Karena itu, membangun Papua butuh keberanian. Dan bila Ia dipercaya menjadi Gubernur Papua, akan menerapkan satu aturan baru yang mengharuskan setiap orang yang bekerja di Papua dikenakan kewajiban untuk memberikan beberapa persen sebagai ucapan terimakasih kepada Tanah Papua.

Drs Henock Ibo selaku sesepuh Partai Demokrat di Papua, dalam skapur sirihnya menyatakan bahwa Papua membutuhkan pemimpin yang punya hati. Menurutnya bahwa dalam sejarah, Tuhan Yesus memilih seorang pemimpin di pingir danau.  “Dengan di pinggiran Danau Sentani ini, Tuhan telah memilih seorang pemimpin untuk Papua,” ungkapnya.

Sumber:(Bintang Papua)