JAYAPURA—Partai yang cerdas adalah partai yang bisa merumuskan dan menghadirkan solusi,  meskipun solusi tersebut tidak bisa tiba-tiba datang dan jatuh dari langit.

Demikian ditegaskan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam arahannya ketika membuka Musyawarah Daerah (Musda) Ke-II Partai Demokrat Provinsi Papua Tahun 2011 bertempat di Swissbelt Hotel Jayapura Senin (12/09). “Dan karena itulah pesan moral politik yang penting dalam musda kali ini adalah bagaimana kita semua mengundang kerja keras dan ikhtiar dari para kader Partai Demokrat untuk mendapatkan solusi yang terbaik,” tandasnya.

Dikatakan,  acara dan kegiatan ini sangat penting, bukan saja karena menjadi agenda rutin konstitusional,  tetapi ini juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, perbaikan, konsolidasi sekaligus merancang masa depan yang lebih baik bagi kehadiran Partai Demokrat di Tanah Papua dan di negeri yang dicintai ini.

“Karena itulah pada kesempatan yang baik ini, selamat bermusda dan mari jadikan musda ini sebagai musda yang cerdas, bervisi, berkualitas, bermartabat dan bervisi masa depan,” imbuhnya.

Diyakininya bahwa seluruh peserta musda bisa mendedikasikan pikiran, waktu, konsep dan seluruh kebaikan-kebaikan untuk menjadikan musda menjadi pondasi yang kokoh bagi Partai Demokrat di masa depan.

Sementara itu  dalam sambutan Lukas Enembe sebelumnya, terdapat banyak daftar, yaitu daftar harapan, dimana daftar harapan itu adalah bentuk tanggung jawab Partai Demokrat di Tanah Papua untuk menjadikan Tanah Papua menjadi lebih baik.

Lanjutnya, saran dan masukan Gubernur Provinsi Papua juga sangat penting dimana jika dilakukan oleh Partai Demokrat,  maka dapat menjadi partai yang dicintai dan diharapkan oleh masyarakat Papua.

“Mari kita laksanakan harapan-harapan Gubernur Provinsi Papua,” ujarnya.
Selain itu, Musda kedua ini diselenggarakan masih didalam Perayaan HUT Partai Demokrat ke-10 yaitu tepatnya pada tanggal 9 September 2011 yang mana Partai Demokrat sudah hadir mengabdi dan memberikan kontribusi selama 10 tahun bagi bangsa Indonesia.

“Satu dasawarsa sudah demokrat hadir menjalankan fungsi dan menjadi partai terbesar di tanah air meskipun Partai Demokrat baru berusia 10 tahun dan baru 2 kali ikut pemilu,” urainya.

Anas menuturkan bahwa sejarahlah yang membawa Partai Demokrat membawa pada peran dan fungsinya, sejarah pulalah yang membawa Partai Demokrat Papua menjadi partai yang besar di Tanah Papua dan kehendak sejarah inilah yang inti sarinya harus dijadikan hikmah dan pelajaran sehingga seluruh kader Partai Demokrat makin termotivasi, bersemangat, berikhtiar yang terbaik untuk memajukan partai dan membangun sinergi dengan partai-partai lain yang merupakan sahabat Partai Demokrat.

“Membangun sinergi yang bersahabat dengan partai lain adalah bagian dari tanggung jawab sejarah kita, karena disadari dengan sungguh-sungguh, tidak bisa urusan apapun di negeri diselesaikan dengan satu partai saja tetapi harus diselesaikan secara bersama-sama oleh seluruh potensi kekuatan bangsa,” ungkapkanya.

Anas juga  menerangkan bahwa di Papua terdapat 18 partai politik yang mempunyai wakil di DPRP dan sudah hadir atau dalam pengertian mendaftar sebanyak 6 partai politik baru. Dimana dari 38 partai politik yang ikut berkompetisi tahun 2009 lalu, baru ada 18 partai politik yang baru bisa mengirimkan wakilnya di parlemen lokal dan 6 parpol yang berikhtiar menjadi peserta di pemilu yang akan datang. “Kita tidak tahu lulus verifikasi atau tidak karena itu adalah potensi politik bangsa dimana jika bisa membangun sinergi bangsa dalam perbedaan maka itulah tantangan yang ada di depan kita yang tidak boleh dihindari, tantangan itulah yang harus secara bertanggung jawab dicarikan solusinya yang terbaik,” pungkasnya.

Anas juga menambahkan bahwa diselenggarakannya musda ini bersamaan dengan masa persiapan pemilukada Gubernur Provinsi Papua dimana Partai Demokrat sudah menetapkan pasangan calon dengan penuh tanggung jawab. “Tidak bertujuan semata-mata Lukas Enembe bisa menjadi Gubernur saja tapi yang lebih substansi adalah ingin menghadirkan pemimpin yang tepat bagi kemajuan dan masa depan Tanah Papua,” tandasnya.

Karena, Anas melanjutkan bahwa pemimpin yang tepat akan menjadi lokomotif perubahan yang baik, lokomotif perbaikan-perbaikan yang substansif untuk bekerja keras untuk memajukan Tanah Papua yang diberkati ini.

“Itu tujuannya dan karena itulah saya juga berharap agar musda kedua ini sekaligus dapat menjadi sarana kristalisasi semangat, motivasi dan cita-cita kader Demokrat di Tanah Papua dan menghadirkan demokrasi yang sehat di Tanah Papua, demokrasi yang matang dan hasil yang terbaiklah yang akan dipercaya oleh rakyat di Tanah Papua,” paparnya.

Anas menyebutkan, jika dilihat dari wajah Lukas Enembe adalah gubernur yang tertunda 5 tahun yang lalu dan mudah-mudahan tahun inilah saatnya.
“Namun sekali lagi itu tidak akan jatuh sendiri dari langit tapi dari kerja keras menghadirkan pemimpin yang tepat,” katanya.

Sumber: (Bintang Papua)