“Saya pu` umur ini tidak akan lama lagi, saya mati tra` bawa apa – apa ke dalam kubur, saya maju karena hati saya terus menangis, kenapa tidak ada perubahan yang mendasar yang dirasakan oleh orang Papua yang tetap dibelenggu kemiskinan, kalau mau rakus dan serakah lebih baik tidak usah jadi Gubernur, jadi saya maju karena ingin buktikan bahwa kita Anak Koteka bisa berbuat yang terbaik untuk rakyat Papua, biar orang semua tahu bahwa kita bisa meninggalkan sesuatu yang berharga dan dikenang rakyat,” kata Lukas Enembe Jumat (13/5) saat memulai orasi politiknya di hadapan ratusan massa pendukungnya yang memadati Gedung Serba Guna Watawogi Yogi di Paniai. Pembangunan masih menyentuh daerah pesisir dan perkotaan, tapi orang Papua yang di kawasan pegunungan, tidak ada perubahan yang mendasar yang dirasakan, menurutnya sudah berapa tahun Otsus berjalan namun orang Papua mayoritas masih miskin saja, dan kata sejahtera hanyalah sebuah impian.

Menurutnya, selama ini daerah Pegunungan kurang mendapat porsi yang memadai sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kesulitan yang dihadapi, bahkan terkesan ada nuansa dendam politik sehingga daerah pegunungan yang merupakan kantong suaranya dalam Pilgub lima tahun lalu kurang mendapatkan perhatian.

“Seorang pemimpin Papua begitu dia terpilih tidak boleh memikirkan hanya kelompoknya saja atau pendukungnya saja, tapi harus merangkul semua lapisan masyarakat, dan itu menjadi komitmen saya sesuai dengan motto saya Kami Ada Untuk Semua, mau lawan politik ka`, mau tim sukses ka`, asal dia rakyat Papua punya hak nikmati kesejahteraan, tidak ada pilih kasih”, katanya menanggapi sinyalemen kurangnya perhatian Gubernur Provinsi Papua saat ini terhadap pembangunan infrastruktur di kawasan pegunungan.

Untuk itu Enembe mengajak saudara – saudaranya yang berasal dari kawasan pegunungan untuk menyatukan hati dan tekad untuk saatnya mengantarkan dirinya sebagai Anak Koteka yang mengendalikan roda pemerintahan provinsi Papua, agar ia bisa membuktikan bahwa Anak Koteka juga bisa berbuat sesuatu yang fenomenal dan menjawab kebutuhan rakyat.

“Orang di pesisir saja sudah mendukung, masa` kita di pegunungan tidak, seperti filosofi air tidak mungkin dari bawah naik ke atas, tapi kalau air dari gunung pasti mengalir merata ke daerah pesisir, itulah sebagai anak gunung kita harus membuktikan bahwa kita bisa dan beda dengan yang sudah – sudah, kita akan menjalankan pemerintahan dengan keadilan, pemerataan dan kebersamaan, seperti filosofi air yang mengalir dari gunung ke pesisir dan memberi kehidupan pada semua orang”, kata Lukas Enembe lagi.

Secara blak – blakan Lukas Enembe mengungkapkan di hadapan simpatisannya bahwa selama lima tahun ini, sama sekali tidak ada program dari provinsi yang masuk ke Puncak Jaya, dan bukan hanya di Puncak Jaya saja namun di Daerah Pemilihan V juga sama sekali tidak kelihatan program yang diturunkan, dan menurutnya bila seorang pemimpin berpikir sempit dan pilih kasih dalam hal pembangunan, itu sama saja dengan anak adat yang tidak tahu adat.

Menurutnya adat dan tradisi masyarakat gunung akan tetap dipegangnya, seperti kebiasaan masyarakat gunung yang membuat kebun besar – besar tapi bukan untuk makan sendiri tapi di bagi – bagi secara merata dan adil dengan yang lainnya, dan untuk itu ia mengajak seluruh rakyat pegunungan untuk bangkit dan tidak pasrah tapi harus berjuang lewat jalur politik agar program pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan serta kebudayaan, seni dan olahraga juga bisa di wujudkan dan dirasakan secara utuh oleh rakyat.

“Kita berbeda, saya tidak mau cari yang lain – lain, yang saya cari bukan harta dan tumpuk kekayaan, atau simpan – simpan uang rakyat di dalam deposito, karena saya punya umur tidak lama, kalau kita dipercayakan rakyat jadi Gubernur Papua, jaga wibawa dan martabat masyarakat Pegunungan, agar orang lain yang akan menilai kita, ohhh, ternyata mereka bisa, bisa kasih makan orang lain, bisa berbuat sesuatu, bisa meninggalkan sesuatu, kita harus buktikan semua itu, jadi kita tidak boleh rakus dan serakah lagi”, ujar Enembe di hadapan ratusan masyarakat Paniai dan para pengurus 10 parpol yang tergabung dalam Koalisi Papua Bangkit yang hadir di Gedung Serba Guna itu.

Safari politik Lukas Enembe ke Kabupaten Paniai disambut langsung oleh Bupati Kabupaten Paniai Naftali Yogi yang juga sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Paniai, dimana sejak turun dari pesawat ratusan masyarakat yang sudah memadati Bandar Udara Enarotali sejak pagi hari menyambut Lukas Enembe dengan tarian adat dan tangisan haru khususnya mama – mama, dimana mereka sampai meneteskan air mata dan memeluk Lukas Enembe layaknya seorang ibu yang menyambut anaknya dari medan perang yang membawa kabar kemenangan.

Dari Bandara Enarotali, Lukas Enembe didampingi Naftali Yogi di arak berjalan kaki sampai ke Gedung Serba Guna Watawogi Yogi dimana telah menanti simpatisan dan masyarakat Paniai, setelah didahului dengan ibadah singkat, acara peresmian dan pengguntingan pita Kantor Tim Kampanye Lukas Enembe, S.IP di lakukan dengaan di dahului sambutan Naftali Yogi selaku Ketua DPC Partai Demokrat Paniai.

“Waktu masih jadi Wakil Bupati Bapak Lukas Enembe sudah berani menerobos tembok ketidak mampuan dan stgmatisasi bahwa kita orang gunung belum bisa, dan kala itu kami semua anggap Bapak sudah menang, karena kemenangan yang terbesar bukan karena Bapak dilantik jadi Gubernur, tapi Bapak sudah membuka kan mata kita semua, dan kini saya pikir adalah saat yang tepat, karena lima tahun Bapak sudah belajar jadi Kepala Daerah, dan ini semua rencana Tuhan”, kata Naftali yang disambut tepuk tangan dan teriakan riuh rendah yang hadir.

Beatrix Pekey Ketua DPD PNI Marhaenisme Provinsi Papua sebagai perwakilan 10 parpol pengusung yang mendapat kesempatan menyampaikan orasi politiknya kembali menegaskan bahwa seorang Lukas Enembe adalah sosok yang membangkitkan semangat dan kebanggaan serta kepercayaan diri Anak Koteka.

“Dia maju untuk rakyat, dan sudah sepatutnya rakyat mendukungnya, dan di daerah Dapil V, harga mati untuk bapak Lukas Enembe, dan kami semua akan bekerja keras untuk itu”, katanya berapi – api.

Setelah orasi politik dan sekaligus membuka papan selubung papan nama Kantor Tim Kampanye Lukas Enembe yang berada di seberang Gedung Serba Guna, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua yang di dampingi beberapa petinggi parpol pengusung lainnya bergerak di Lapangan Soeharto, dimana sekitar seribuan masyarakat sudah menanti dan tengah melakukan bakar batu (barapen) sejak pagi hari.

Di lapangan Soeharto ratusan masyarakat Paniai telah siap menyambut Lukas Enembe dengan prosesi dan tarian adat, dan tanpa merasa canggung Lukas Enembe duduk dan makan bersama – sama dengan rakyatnya, hidangan yang sama yang berasal dari prosesi bakar batu yang di lakukan masyarakat. (Sumber: Bintang Papua)