SENTANI—Wakil Ketua I DPRP Yunus Wonda menegaskan, bahwa Papua saat ini sedang dalam kondisi strooke pembangunan.
Artinya, stategi roda pembangunan yang digagas oleh pemerintah tidak dilakukan secara sehat di segala sektor pembangunan di wilayah Papua secara merata.

Sehingga hal ini menimbulkan kecemburuan sosial oleh komunitas masyarakat yang lain.

Yunus Wonda mencontohkan daerah Pegunungan Papua sangat minim sekali dengan fokus pembangunan strategis yang dilakukan oleh Pemerintah.

Respek pun hanya dianggap sebagai program pemanjaan yang membuat orang Papua malas dan tidak mau bekerja. Hal tersebut dikatakan Wonda pada pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Barisan Nasional (Barnas) yang berlangsung pada Sabtu (28/5) kemarin di Hotel Sentani Indah Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Papua sekarang dalam kondisi strooke pembangunan, sehingga perlu seorang pemimpin yang mampu mengobati sakit strooke yang terjadi di Papua sekarang,” jelasnya.

Dan baginya, sosok yang bisa melakukan perubahan ini adalah sosok yang memiliki hati untuk melakukan perubahan bukan sosok yang memiliki pengetahuan tinggi dengan segala macam titel bergantungan, namun sama sekali tidak memiliki kasih. Karena akan tetap sama saja seperti saat ini tidak pernah ada perubahan meski dana Otsus yang dikucurkan terus berlimpah-limpah di Papua.

Dalam kesempatan tersebut Yunus menyatakan memilih sosok Lukas Enembe,SIP sebagai figure calon Gubernur yang dinilainya layak untuk menakhodai Papua keluar dari permasalahan yang diuatarakannya tersebut.

“Sosok Lukas Enembe adalah sosok figure calon pemimpin baru Papua yang memiliki kasih untuk membawa Papua keluar dari sakit strug pembangunan yang saat ini terjadi,’ ujar pria yang juga adalah Ketua Koalisi Papua Bangkit dari Gabungan 10 partai politik yang mengusung Lukas Enembe SIP.

Sumber:(Bintang Papua)